Perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku

Selama ini kita sering mendengar bahkan menyebut yang namanya trigonometri. Akan tetapi, kita tidak tahu apa sih pengertian dari trigonometri itu sendiri serta perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku. Nah pada kesempatan ini kita akan membahas pengertian dan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku.
            Trigonometri berasal dari bahasa yunani, yaitu trigonom artinya tiga sudut, dan metro artinya mengukur. Trigonometri merupakan nilai perbandingan yang didefinisikan pada koordinat kartesius atau segitiga siku-siku. Fungsi trigonometri meliputi sinus (sin), cosinus (cos), tangen (tan), cosecan (cosec), secan (sec), dan cotangen (cotan).

            Adapun definisi dari perbandingan tersebut sebagai berikut.
a) sinus (sin) suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan sudut dengan sisi miring, ditulis sin α = BC/AC = a/b.
b) cosinus (cos) suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di samping sudut dengan sisi miring, ditulis cos α = AB/AC = c/b.
c) tangen (tan) suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan sudut dengan sisi di samping sudut, ditulis tan α = BC / AB = a / c.
d) cosecan (csc) suatu sudut di  definisikan   sebagai panjang   sisi miring dengan sisi   depan  sudut, ditulis csc α = AC / BC = b /a = 1 /sin α.
e) secan (sec) suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi miring dengan sisi di samping sudut, ditulis sec α = AC/AB = b/c = 1/cos α f) cotangen (cot) suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan sisi di samping sudut dengan sisi di depan sudut, ditulis cot α = AB/BC = a/c = 1/tan α .


Jika diperhatikan aturan perbandingan di atas, konsep matematika lain yang perlu diingat kembali adalah teorema Phytagoras
Read more

Penerapan Statistik Dalam Kehidupan Sehari-hari


Berbicara tentang Matematika tak akan pernah terlepas dari kehidupan. Karena hampir dalam setiap aktivitas sehari-hari entah disadari atau tidak kita pasti menggunakan Matematika. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi. Oleh karena itu, Matematika menjadi salah satu pelajaran terpenting yang harus dikuasai oleh setiap orang yang ingin meraih sukses dalam kehidupannya.

Dalam keahlian bermatematika kita dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah dengan benar, sekaligus kita diberi kebebasan untuk menjawab dengan berbagai cara asalkan jawabannya benar dan dengan cara yang benar. Seperti kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”. Namun, jika caranya salah atau salah dalam menuliskan satu angka saja hasil akhirnya juga salah.

Matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat menghindar dari Matematika sekalipun kita mengambil jurusan ilmu sosial tetap saja ada pelajaran Matematika di dalamnya karena mau tidak mau matematika digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya penerapan statistik dalam kehidupan sehari-hari.

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Atau statistika adalah ilmu yang berusaha untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat berupa keputusan dalam kehidupan.

Dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.

        
Read more

Langkah- Langkah Menyelesaikan Soal Cerita


Untuk memilih kemampuan menyelesaikan suatu soal cerita sangat diperlukan pengetahuan prasyarat termasuk menguasai langkah–langkah menyelesaikan masalah/soal cerita tersebut. Menurut Polya (Aisyah, 2007: 5-20) pemecahan masalah dalam matematika terdiri atas empat langkah pokok, sebagai berikut :
A.    Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan. Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal diantaranya sebagai berikut: 1) apakah yang diketahui dari soal, 2) apakah yang ditanyakan soal, 3) apakah saja informasi yang diperlukan, 4) bagaimana akan menyalesaikan soal.

B.     Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Adapun tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan.

C.       Melaksanakan Penyelesaian Soal
Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan keterampilan siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat membantu siswa untuk melaksanakan penyelesaian soal cerita.

D.    Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh
Langkah memeriksa ulang jawaban yang diperoleh merupakan langkah terakhir dari pendekatan pemecahan masalah matematika Hudojo (Aisyah, 2007: 5-22). Adapun tujuan dari langkah ini adalah untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontrakdisi dengan yang ditanya.

 Untuk memilih kemampuan menyelesaikan suatu soal cerita sangat diperlukan pengetahuan prasyarat termasuk menguasai langkah–langkah menyelesaikan masalah/soal cerita tersebut. Menurut Polya (Aisyah, 2007: 5-20) pemecahan masalah dalam matematika terdiri atas empat langkah pokok, sebagai berikut :
A.    Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan. Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal diantaranya sebagai berikut: 1) apakah yang diketahui dari soal, 2) apakah yang ditanyakan soal, 3) apakah saja informasi yang diperlukan, 4) bagaimana akan menyalesaikan soal.

B.     Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Adapun tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan.

C.       Melaksanakan Penyelesaian Soal
Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan keterampilan siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat membantu siswa untuk melaksanakan penyelesaian soal cerita.

D.    Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh
Langkah memeriksa ulang jawaban yang diperoleh merupakan langkah terakhir dari pendekatan pemecahan masalah matematika Hudojo (Aisyah, 2007: 5-22). Adapun tujuan dari langkah ini adalah untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontrakdisi dengan yang ditanya.
 Untuk memilih kemampuan menyelesaikan suatu soal cerita sangat diperlukan pengetahuan prasyarat termasuk menguasai langkah–langkah menyelesaikan masalah/soal cerita tersebut. Menurut Polya (Aisyah, 2007: 5-20) pemecahan masalah dalam matematika terdiri atas empat langkah pokok, sebagai berikut :
A.    Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan. Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal diantaranya sebagai berikut: 1) apakah yang diketahui dari soal, 2) apakah yang ditanyakan soal, 3) apakah saja informasi yang diperlukan, 4) bagaimana akan menyalesaikan soal.

B.     Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Adapun tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan.

C.       Melaksanakan Penyelesaian Soal
Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan keterampilan siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat membantu siswa untuk melaksanakan penyelesaian soal cerita.

D.    Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh
Langkah memeriksa ulang jawaban yang diperoleh merupakan langkah terakhir dari pendekatan pemecahan masalah matematika Hudojo (Aisyah, 2007: 5-22). Adapun tujuan dari langkah ini adalah untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontrakdisi dengan yang ditanya.
 Untuk memilih kemampuan menyelesaikan suatu soal cerita sangat diperlukan pengetahuan prasyarat termasuk menguasai langkah–langkah menyelesaikan masalah/soal cerita tersebut. Menurut Polya (Aisyah, 2007: 5-20) pemecahan masalah dalam matematika terdiri atas empat langkah pokok, sebagai berikut :
A.    Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan. Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal diantaranya sebagai berikut: 1) apakah yang diketahui dari soal, 2) apakah yang ditanyakan soal, 3) apakah saja informasi yang diperlukan, 4) bagaimana akan menyalesaikan soal.

B.     Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Adapun tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan.

C.       Melaksanakan Penyelesaian Soal
Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan keterampilan siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat membantu siswa untuk melaksanakan penyelesaian soal cerita.

D.    Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh
Langkah memeriksa ulang jawaban yang diperoleh merupakan langkah terakhir dari pendekatan pemecahan masalah matematika Hudojo (Aisyah, 2007: 5-22). Adapun tujuan dari langkah ini adalah untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontrakdisi dengan yang ditanya.
 Untuk memilih kemampuan menyelesaikan suatu soal cerita sangat diperlukan pengetahuan prasyarat termasuk menguasai langkah–langkah menyelesaikan masalah/soal cerita tersebut. Menurut Polya (Aisyah, 2007: 5-20) pemecahan masalah dalam matematika terdiri atas empat langkah pokok, sebagai berikut :
A.    Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan. Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal diantaranya sebagai berikut: 1) apakah yang diketahui dari soal, 2) apakah yang ditanyakan soal, 3) apakah saja informasi yang diperlukan, 4) bagaimana akan menyalesaikan soal.

B.     Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Adapun tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan.

C.       Melaksanakan Penyelesaian Soal
Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan keterampilan siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat membantu siswa untuk melaksanakan penyelesaian soal cerita.

D.    Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh
Langkah memeriksa ulang jawaban yang diperoleh merupakan langkah terakhir dari pendekatan pemecahan masalah matematika Hudojo (Aisyah, 2007: 5-22). Adapun tujuan dari langkah ini adalah untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontrakdisi dengan yang ditanya.

Read more

Kenali Logaritma Yukz…

Logaritma merupakan materi yang dipelajari di kelas X SMA/MA /SMK/MAK. SebeluM lebih jauh mengetahui dan memahami serta mempelajari mengenai logaritma, sebaiknya mengetahui bagaimana awal mula atau sejarah munculnya logaritma. Nah, untuk lebih jelas mari kit abaca dan pahami mengenai sejarah awal mula munculnya logaritma dalam dunia matematika.
Mula-mula dia mengembangkan minat untuk mempersingkat waktu perhitungan, terutama perkalian dan pembagian nominal besar. Dia kemudian berjumpa karya aritmatika dan aljabar Michael Stifel (1487-1567) bertajuk Arithmetica Integra (1544). Dari karya tersebut, dia bersua kemungkinan menggunakan angka pangkat dua untuk menyederhanakan perhitungan
Bertahun-tahun, sejak 1594, percobaan John Napier tak membuahkan hasil gemilang. Di tengah kebuntuan, dia bertemu Dr. John Craig, seorang dokter cum ahli astronomi berkebangsaan Denmark. Dr. Craig merupakan dokter Raja James VI Skotlandia. Pada perjalanan laut menuju Kopenhagen, cuaca buruk membuat kapal Dr. Carig terpaksa berlabuh di Pulau Hveen.
Di sana, Dr. Craig berjumpa John Napier. Mereka berdiskusi mengenai penelitianNapier.Dr.Craig memberi masukan penting mengenai Prosthaphaeresis, istilah Yunani untuk pembagian dan pengurangan mengacu pada trigonometri. Buah perbincangan tersebut, menghasilkan pertanyaan besar bagi kelanjutan penelitian Napier. Bagaimana tentang pembagian, ekponensial, dan akar? 
Dengan menggunakan progresi geometrik dan integral, Jh.Napier kemudian menerbitkan karya Logaritma pada tahun 1614. Napier menggunakan bilangan tertentu mendekati angka 1, berupa 1 -107 atau 0, 9999999. Progresi pangkat tersebut terus meningkat sampai membuahkan hasil mendekati, bahkan sangat sedikit selisihnya. Demi menghindari terjadi bilangan desimal dikalikan 107.

Read more

Matematika itu Sangat Penting.. Mengapa Demikian ???


Kata “matematika” sudah tidak asing lagi bagi kita. Kata ini sudah sangat familiar sekali, sejak kita kecil sekali pun. Apalagi di dunia pendidikan formal. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari ketika SD sampai SMA, bahkan sampai di perguruan tinggi. Mata pelajaran yang satu ini pula, menjadi salah satu mata pelajaran yang diuji nasionalkan, dan juga sebagai salah satu tes masuk perguruan tinggi bahkan tes CPNS.
Pertanyaan kemudian adalah, mengapa matematika selalu tampil di permukaan seperti yang disebutkan di atas? Jawabannya, tidak lain karena matematika sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini. Berbagai persoalan kehidupan bisa kita pecahkan dengan menggunakan matematika.
Berbagai permasalahan kehidupan bisa kita pecahkan dengan cara berpikir matematis. Mengingat, matematika mengajarkan seseorang yang mempelajarinya untuk bisa berpikir logis, kritis, analisis, sistematis, dan kreatif. Inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa matematika selalu dipelajari pada setiap jenjang pendidikan formal.
Orang yang belajar matematika juga sebenarnya merupakan orang yang belajar untuk melatih kesabaran. Sebab, dalam mengerjakan berbagai persoalan dalam matematika kadang dibutuhkan proses yang panjang bahkan rumit. Proses penyelesaiannya pun harus sedetail dan seteliti mungkin, jangan sampai ada yang keliru. Nah, dari sisnilah kesabaran kita diuji supaya kita tidak cepat berputus asa. Jika hal demikian bisa dilakukan maka rasa bangga dan puas pun pasti kita rasakan. Inilah buah dari kesabaran yang dimaksud.
Itulah beberapa penjelasan mengapa matematika itu begitu penting dipelajari di setiap jenjang pendidikan formal. Sebab, dapat membantu berbagai persoalan dalam kehidupan kita sehari-hari, dan juga bisa membentuk karakter seseorang.

 Sebenarnya, masih banyak lagi manfaat dari kita mempelajari matematika jika kita mau mengkajinya lebih dalam. Seperti kontribusi matematika terhadap ilmu-ilmu lainnya. Yang jelas bahwa matematika itu sangat berperan aktif dalam kehidupan kita sehari-hari  
Read more

Manfaat Aljabar dalam Kehidupam Sehari-hari

Apakah aljabar itu ? Aljabar merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang ditemukan oleh Abu Abdullah Muhammad. Nama aljabar diambil dari bahasa arab "al-jabr" yang memiliki arti hubungan dan penyelesaian. Aljabar didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu matematika yang mempelajari konsep, prinsip penyederhanaan dan pemecahan masalah yang menggunakan simbol atau huruf tertentu.

Manfaat aplikasi Aljabar yang sering diterapkan siswa adalah untuk memanajemen uang saku yang diberikan orang tua tiap minggu.

Contoh penerapan aljabar dalam hal ini sebagai berikut:
Misalnya, uang saku kita sebesar Rp 70.000,00 setiap minggu. Karena setiap hari Selasa dan Rabu ada pelajaran tambahan, serta hari Jumat ada kegiatan ekstra kurikuler. Sedangkan setelah pulang sekolah kita tidak pulang dahulu maka dibutuhkan uang makan dan uang jajan sebesar Rp 10.000,00. Nah, kita kebingungan menentukan uang saku setiap hari selain Selasa, Rabu, dan Jum’at selama satu minggu. jika dalam satu minggu itu kita ingin menabung uang sebesar Rp 25.000.

Dengan bantuan aljabar kita dapat menentukan uang saku kita per hari. Cara Kita anggap uang saku kita per hari (selain Selasa, Rabu, dan Jumat), yaitu Rp 10.000,00) dengan x. Maka, Rp 70.000 = (uang saku 1 minggu). Rp 25.000 = (uang tabungan selama 1 minggu). 70.000 – 25.000 = (3 X 10.000) + 1(6x -3x) Rp 45.000 = Rp 30.000 1(3x) Rp 45.000 = Rp 30.000 + 3. Rp 45.000 – Rp 30.000 = 3x Rp 15.000 = 3x.   x = Rp 15.000/3.  x = Rp 5.000


Read more

Cara Menghitung Bilangan Biner


  1. Pelajari tentang biner. Sistem hitung yang normalnya kita gunakan disebut desimal, atau "basis sepuluh." Terdapat sepuluh lambang yang berbeda untuk menulis bilangan, mulai 0 sampai 9. Biner adalah sistem "basis dua", hanya menggunakan simbol 0 dan 1.

  2. 2
    Tambahkan satu dengan mengubah 0 terakhir menjadi 1. Jika bilangan biner berakhiran 0, Anda bisa menghitung satu lebih banyak dengan mengubahnya jadi 1. Kita bisa menggunakan ini untuk menghitung dua bilangan pertama sebagaimana yang Anda ekspektasikan:
    • 0 = nol
    • 1 = satu
    • Untuk bilangan yang lebih besar, abaikan angka-angka awal pada bilangan tersebut. 1010 + 1 = 1011.

  3. 3
    Tulis angka yang lain jika semua bilangannya 1. Untuk bilangan satu simbolnya adalah "1", tapi setelah itu tidak ada simbol yang lain! Untuk menghitung sampai dua, harus ada angka lain yang ditulis. Tambahkan "1" di depan bilangan, kemudian "setel ulang" semua angka yang lain ke 0.
    • 0 = nol
    • 1 = satu
    • 10 = dua
    • Ini adalah aturan yang sama dengan yang digunakan untuk desimal jika tidak ada simbol lagi setelahnya (9 + 1 = 10). Hanya saja terjadinya lebih sering untuk biner karena hanya ada dua simbol, sehingga lebih cepat habis.

  4. 4
    Gunakan aturan ini untuk menghitung sampai lima. Aturan ini bisa digunakan sampai dengan bilangan lima. Lihat apakah Anda bisa melakukan ini sendiri, lalu periksa hasil kerja Anda:
    • 0 = nol
    • 1 = satu
    • 10 = dua
    • 11 = tiga
    • 100 = empat
    • 101 = lima

  5. 5
    Hitung sampai enam. Sekarang kita harus memecahkan lima + satu dalam desimal, atau 101 + 1 dalam biner. Di sini kuncinya adalah dengan mengabaikan angka pertama. Jumlahkan saja 1 + 1 di angka terakhir untuk mendapatkan 10. (Ingat, dengan cara ini Anda menulis "dua"). Sekarang, kembalikan angka pertama dan hasilnya adalah:
    • 110 = enam

  6. 6
    Hitung sampai sepuluh. Tidak ada aturan baru yang harus dipelajari. Coba sendiri, lalu periksa hasil kerja Anda dengan daftar berikut:
    • 110 = enam
    • 111 = tujuh
    • 1000 = delapan
    • 1001 = sembilan
    • 1010 = sepuluh

  7. 7
    Perhatikan ketika angka baru ditambahkan. Apakah Anda melihat bahwa (1010) tidak tampak seperti bilangan "spesial" dalam biner? Delapan (1000) saat ini jauh lebih penting karena setara dengan 2 x 2 x 2. Teruslah mengalikan dengan dua untuk menemukan bilangan-bilangan penting lainnya seperti enam belas (10000) dan tiga puluh dua (100000).

  8. 8
    Praktikkan dengan bilangan yang lebih besar. Sekarang Anda tahu segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menghitung bilangan biner. Jika Anda bingung tentang bilangan setelahnya, kerjakan saja pada angka terakhir. Berikut adalah beberapa contoh untuk membantu Anda:
    • dua belas tambah satu = 1100 + 1 = 1101 (0 + 1 = 1, dan angka yang lain tetap sama).
    • lima belas tambah satu = 1111 + 1 = 10000 = enam belas (Di sini kita kehabisan simbol angka lagi, jadi kita setel ulang ke nol dan menulis 1 di awal).
    • empat puluh lima tambah satu = 101101 + 1 = 101110 = empat puluh enam (Kita mengetahui 01 + 1 = 10, sedangkan digit yang lain tetap sama).
Read more